Tag Archives: #puisipertamaku

#puisipertamaku

Setelah BuMa genap berusia 15 tahun pada 19 April 2015 lalu, dan sambil tak sabar menunggu Kangen KebunKata beberapa hari lagi, banyak peristiwa dan kegiatan yang saya alami dan jalankan bersama BuMa muncul kembali dalam ingatan.

Ketika saya menceritakan hal ini kepada Mikael Johani, muncul ide darinya untuk mencari posting pertama di milis BuMa. Ide yang sangat menyenangkan, saya pikir.

Dan saya pun masuk kembali ke milis–rasanya seperti berangkat ke rumah seorang sahabat yang sudah lama tak didatangi–untuk mencari posting tersebut. Isinya ternyata sebuah pesan template dari Yahoo! Groups:

Screen Shot 2015-04-19 at 10.36.46 AM

Posting berikutnya jauh lebih menarik, sebuah puisi karya Danar Pramesti sekaligus puisi pertama yang muncul di milis:

Screen Shot 2015-04-19 at 10.40.29 AM

Dan seperti sekarang kita sering merasa tak bisa menahan diri untuk terus menggulung linimasa media sosial favorit kita, saya akhirnya tak bisa berhenti membaca serentetan pesan sekaligus puisi yang menghiasi minggu-minggu pertama milis BuMa, bahkan terus sampai akhir tahun berdirinya.

Ah, membaca dan menulis puisi di milis. Mungkin pengalaman pertama kebanyakan anak-anak muda (duh, tampaknya sudah harus mulai diakui kalau saya memang tidak muda lagi) sekarang berpuisi di internet adalah lewat Twitter atau Facebook, ya. Jangan-jangan milis itu bentuknya seperti apa sudah banyak yang tidak tahu.

Sehingga akhirnya, setelah membagikan dua posting di atas di halaman Facebook Group BuMa, saya terdorong untuk mengumpulkan puisi demi puisi pertama yang dikirimkan sejumlah anggota pertama milis BuMa di sepanjang tahun 2000.

Inilah beberapa contohnya (yang pertama puisi saya sendiri–oh no!):

Screen Shot 2015-04-19 at 10.41.29 AM

Screen Shot 2015-04-22 at 4.52.19 PM

Screen Shot 2015-04-22 at 4.53.15 PM

Sebenarnya saya bisa melakukan ini selama mungkin. Menyenangkan melihat kembali bagaimana sesuatu itu dimulai. Mungkin karena saya jadi ingat bagaimana saya yang dulu memandang dunianya. Dan berkaitan dengan #BuMa15th ini, membaca puisi-puisi pertama tersebut membuat saya mengingat kembali bagaimana saya dan teman-teman yang pernah, masih, atau baru mulai berpuisi bersama BuMa sangat mencintai puisi. Mungkin karena itulah segala hal yang pertama kali kita lakukan atau alami bisa terasa sangat istimewa.

Sekarang saya jadi penasaran apakah kamu masih ingat puisi yang pertama kamu kirimkan ke milis atau kanal-kanal BuMa lainnya atau bahkan puisi pertama yang pernah kamu tulis seumur hidupmu?

Kalau masih, sambil ikut merayakan #BuMa15th, bagikan yuk ke Facebook Group BuMa atau Twitter/Instagram @PuisiBuMa dan sertakan tagar #puisipertamaku. Bisa berupa baris-baris puisimu atau foto dari puisi tersebut.

FB - BuMa 15th Puisi Pertamaku (2)

Dan silahkan juga menginterpretasikan “pertama” sesukamu, selama puisi yang kamu bagikan tak melanggar hak cipta siapa pun. Karena selalu ada alasan untuk bersenang-senang dengan puisi; karena semua bisa berpuisi!

Gratiagusti Chananya Rompas

Advertisements